Monday, April 9, 2007

DIBAGIIN BUKU PAKET

Karena aku suka membaca, aku sampai salah mengira dengan buku-buku paket pelajaran.
Di setiap ruang kelas, selalu ada lemari kayu yang berisi buku-buku pelajaran yang dibagi pada saat awal kenaikan kelas dan harus dikembalikan lagi di akhir tahun pelajaran.

Kebetulan pas aku kelas I, buku-buku paket pelajaran itu sedang diganti kurikulumnya dan datanglah buku-buku baru pengganti buku paket yang lama.
Hmmmm…..baunya harum dan aku sudah GR sekali kalau buku-buku itu akan dibagikan ( gratis ) dan boleh dibawa pulang untuk jadi milik kita.

Aku jadi kecewa sekali ketika tahu kalau buku-buku ( harum ) itu memang hanya jadi milik kita, tapi hanya setahun. Dan nanti pas aku naik ke kelas II, buku-buku itu harus dikembalikan lagi untuk adik kelas yang akan datang tahun depan.

NAIK GAJAH

Aku belum pernah naik gajah liar atau gajah yang dipelihara di kebon binatang. Tapi ketika perpisahan sekolah, anak-anak yang meraih juara 1,2,3 mendapat kehormatan berfoto bersama dengan wali kelas VI.
Makanya aku bersama ES dan Pak Narto berfoto di Antik dan kami berpose di depan patung gajah. Yang cowok naik ke punggung gajah, sedang yang ceweknya berdiri di depan patung.

KESLEO DAN DIURUT…..SAKIT

Heran deh…..di masa kecilku kalau aku tidak sakit dan ke rumah sakit pasti aku jatuh dan ksleo di tangan atau kaki.
Dan biasanya aku diurut di tempat besannya mas Bjo atau besannya mba Mrni. Kalau diurut aku tidak pernah menangis. Walaupun rasanya sakit sekali. Tapi aku selalu tabah. Karena apa….ehm….. karena ibu biasanya akan membelikan sesuatu untuk mengobati kesakitanku. Heheheheh

Pas digendong ibu dan membonceng menuju rumah besannya mas Bjo untuk diurut, aku lewat ke toko sepeda mini. Aduh kayanya seneng deh kalau mempunyai sepeda-sepeda itu. Eh, besok2nya aku sudah mengendarai sepeda roda tiga itu lengkap dengan pita warna-warni di setangnya. Hohohohoo senangnya.

BELAJAR MENARI

Duluuuuuu…..pas aku masih kecil dan adek bungsuku masih digendong ibu supaya mau tidur siang sambil dinina bobo , aku dan ibu cari angin di belakang rumah. Tak lama kemudian lewat seorang anak perempuan yang membawa bungkusan koran.

“ Eh, adik mau kemana?” tanya ibu.
Si anak perempuan itu kaget tapi dia mau berhenti sambil tersenyum ramah. “ Oh saya mau belajar menari.”
“ Belajarnya dimana?” kejar ibu.
“ Didekat rel kereta api. Mari Bu, saya sudah telat nih,” pamit anak perempuan itu sopan.

Dari percakapan pendek itu, tiba-tiba ibu menyuruh aku dan mba Ci belajar menari juga. Aku dan mba Ci sih menurut saja karena ibu langsung membelikan selendang untuk menari ( selendangnya disebut sampur ) yang berwarna merah dua buah. Karena waktu itu aku belum sekolah, aku merasa tempat latihannya jauuuuh dari rumah. Dan karena waktu itu aku masih kecil, jadi belum bisa naik sepeda dan harus berjalan kaki. Ihhh….bete banget, karena pas sampai ke tempat latihan, bawaannya ngantuk dan cape.
Dan biasanya di tempat latihan itu aku jadi hanya duduk2 melihat orang latihan menari tanpa ikut berdiri untuk latihan. Makanya sampai sekarang aku tidak bisa menari dan tidak pernah pentas menari di panggung manapun. Maafkan aku ibu…..aku tidak bisa menari sesuai keinginan ibu. Dari beberapa kali berangkat latihan itu, yang aku ingat hanya jalan-jalan sepulang latihan sambil makan jambu biji atau makan es dan mampir ke rumah teman-teman mba Ci.

Ketika aku mulai masuk SD, ternyata aku juga mempunyai banyak teman-teman di daerah tempat latihan menari itu. Lucu deh….jadi ingat tempat itu dan nostalgia melihat orang latihan.

MISTERI TIKUS PUTIH

Pernah suatu ketika, ada kabar kalau disebuah desa ada tikus yang warnanya putih semua. Pak guru J mengajak aku dan teman-teman melihatnya pada hari minggu. Dan pada hari minggu itu aku dan teman-teman pergi ke desa itu untuk melihat tikus putih yang mendadak jadi terkenal. Kami berangkat bersepeda beramai-ramai. Aku pakai sepeda baru loh. Tapi pas sampai disana. Ternyata tikusnya sudah tidak ada karena katanya sudah dibawa ke kota. Tapi kami tidak sedih, karena pak guru jadi mengajak kita jalan-jalan putar-putar keliling kota. Hmmmmm……segar…..

TERTRENDY

Mba Ipunk yang kerja di kota dan kadang2 pulkam pun tak lupa selalu membawa pernak-pernik yang lucu-lucu seperti gantungan kunci dan jepit rambut warna-warni.

Di sekolah, aku merasa paling gaya karena :
· punya banyak gantungan kunci yang unik dan lucu2
· peralatan sekolah yang bagus-bagus
· jam tangan yang selalu berganti2 model
· naik sepeda baru
· dari kecil sudah membaca buku-buku bacaan keren
· liburan selalu ke tempat2 pariwisata dan sering pulang pergi naik kereta api

AKU SUKA MEMBACA

Mas Dw sekolah ke Jakarta dan ketika pulang dia membawa sebuah boneka panda warna merah. Lucu sekali. Itu adalah boneka yang pertama kali aku punya.
Sebelumnya pas Mas Dw juga pernah pergi ke Jatim untuk mendaftar sekolah. Pulangnya aku diberi sebuah majalah anak-anak ANANDA (alm ). Waah senangnya. Aku yang waktu itu sedang sakit, jadi lupa deh dengan penderitaan dan kesakitan yang sedang kurasakan.
Dan dari perpustakaan di SMP, Mas Dw meminjamiku buku Lima Sekawan yang menyebabkan aku jadi suka membaca sampai sekarang. Tapi ketika aku masuk di SMP favorit itu, semua buku-buku ceritanya sudah tidak ada dan berganti dengan buku-buku sastra tempo dulu….huhuhuhu Dulu aku baca sapta siaga, trio detektif, noni dan di buku itu ada tokoh-tokoh yang menjadi detektif. Makanya bersama satu teman, aku mempunyai tim dan kartu detektif. Setiap pulang sekolah, kami jalan kaki bersama dan membisikkan sandi rahasia ketika berpisah jalan. Kalau engga salah kode rahasianya aku masih ingat deh…..mau tahu? Sini deh aku bisikin. “ Psssssst…….” Nah sekarang tahu kan kode rahasia kelompok detektifku.

TRALALA-TRILILI

Huehehhe….
Ternyata waktu SD, begitu banyak peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan selamanya. Aku pernah mempunyai teman anak kembar yang sempat beberapa hari masuk sekolah, tapi kemudian mereka pindah sekolah

Lalu di suatu siang yang terik, kita tiba-tiba disuruh keluar dan berbaris di halaman sekolah. Ada apa gerangan? Mau piknik? Oh tidak. Ternyata kita mau diajak nonton di bioskop. Hah di jam pelajaran sekolah bisa nonton? Tunggu dulu, ternyata semua sekolah SD, waktu itu mewajibkan murid-muridnya untuk menonton film gerwani. Di dalam bioskop sudah banyak teman-teman dari sekolah lain yang sudah lebih dahulu masuk gedung yang gelap. Iiiiih syereeeeem deh. Dan karena sekolahku paling terakhir datang, akhirnya aku dan teman-teman nonton di depan layar dan karena kehabisan bangku, akhirnya kita duduknya pangku-pangkuan.

STUDY TOUR YANG ‘MENGENASKAN’

Akhir memori tentang indahnya SD-ku, adalah ketika acara perpisahan. Aku ikut paduan suara. Aku menyanyi dengan ikat rambut warna hijau dan mendapat hadiah alat2 tulis sebagai juara II setelah ES yang menempati juara umum.
Dan sekolah mengadakan study tour ke Yogya. Semua senang anak diajak berjalan-jalan. Tapi ternyata aku telah mengacaukan acara itu dan membuat jadwal pulang menjadi lebih cepat, karena aku mabuk dihampir 90% dari waktu yang disediakan. Alhasil guru2 akhirnya memutuskan pulang lebih cepat karena melihat kondisiku yang parah. Memalukan sekali.
Padahal setelah aku besar, akhirnya aku tahu kenapa aku selalu mabuk kalau naik kendaraan umum. Apa coba? Aku cuma kelaparan. Padahal kalau mau makan dan menjaga kondisi agar tidak masuk angin, aku akan sehat2 saja dan bisa menikmati perjalanan ( seperti sekarang ketika aku sudah besar ).

Tips bepergian yang nyaman dan menyenangkan = pertama harus sarapan pagi.
Setiap mau pergi, harus makan terlebih dahulu.

Lalu yang harus dibawa =

1 Roti dan makanan kecil. Kalau terpaksanya tidak sempat sarapan, harus bawa bekal roti atau makanan ringan.
2 Air minum.
3 Plastik kresek. Kalau tidak untuk muntah, lumayan bisa untuk tempat sampah.
4 Obat2an. Minimal obat gosok atau minyak angin.
5 Cutter atau gunting.
6 Raffia. Untuk menggantung kresek tempat sampahSandal jepit. Untuk persediaan dan kenyamanan perjalanan

CINTA MONYET

Dari kelas satu SD ternyata ada dua cowok imut yang sudah mencuri hatiku….idiiih kecil2 udah taksir2an. Tapi ngga tau ah, yang penting aku suka ngeliat mereka bermain. Karena mereka juga teman2ku sejak dari TK.
Dengan salah satu cowok imut itu, sebut saja ES, kami pernah mewakili sekolah, berlomba antar SD sekabupaten. Dan kami juga selalu berebutan rangking 1 & 2 di kelas.
Sedang dengan cowok imut lainnya, sebut saja R, dia pernah menggebuk pantatku karena aku membuat keributan dan cekakak-cekikik di ruang tamu rumah pak kebun kami, pas anaknya sakit.

PERIODE SEDIH

Waktu SD aku gampang sekali sakit. Kalau tidak masuk sekolah, ibu menulis surat untuk bapak / ibu wali kelas. Surat itu oleh ibu lalu dititipkan teman sekelas. Dan sebelum menuju rumah sakit umum yang terletak di depan gunung tugel, ibu mengambil kartu berobat ke sekolah. Malu-maluin deh! Udah tidak sekolah tapi mampir ke sekolah juga. Tapi biarin ding, kan ibu juga yang masuk. Aku nunggu ibu di becak di luar gerbang sekolah.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, aku melewati SMP tempat Mas Dw sekolah. Katanya itu sekolah paling bagus di kotaku. Kulihat bangunannya yang rapi dan kokoh. Dalam hati aku berkata. Akankah aku bisa masuk sekolah disana? Dimanakah kelasku kalau aku sekolah disitu?Ketika lulus aku diterima juga di SMP itu. Senangnya.

NYAM….NYAM

Di setiap jam istirahat, aku makan jajanan di belakang sekolah. banyak tukang jualan disana. Ada opak, keripik singkong pedas, gulali gula merah, jambu air dibumbui sampe ada kerak nasi goreng remuk yang dibungkus kecil-kecil.
Opak yang dijual disana selalu laris. Opaknya dari singkong dan bentuknya tipis sehingga gampang pecah. Rasanya yang sudah gurih tambah lengkap dengan sambel bening yang rasanya manis dan pedas. Hmmmm ….uenaak tenan!
Gulalinya juga enak loh. Gulali itu dalam wadah dari tanah liat dan biasanya dibentuk langsung oleh penjualnya. Setelah jadi, gulali itu ditusuk pakai lidi. Gulali itu terasa manis karena terbuat dari gula merah yang kadang-kadang ditaburi kacang tanah goreng.

.

MENANGIS DALAM KELAS

Aku pernah menangis karena dimarahi Bu Tik, guru wali kelas I yang terkenal galak sekali. Waktu itu entah kenapa, tiba-tiba aku kena marah. Yang kuingat, tahu-tahu aku tidak boleh masuk kelas. Ketika akhirnya boleh masuk, aku nangis melulu. Habis sakit hati, orang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba dimarahi dan didepan pintu kelas pula. Padahal teman yang lain juga sama-sama telat, tapi mereka tidak menangis tuch….heheheh. aku cengeng banget yah….( dan peristiwa menangis di sekolah ini nantinya akan terulang lagi semasa aku SMA. Waktu itu karena ada sepasang kekasih yang bertengkar didepan mataku…..gubraakkss! )

Di kelas II, bando warna kuningku patah oleh seorang temanku yang nakal. Dan bandoku itu diganti oleh guru wali kelas dengan uang cash. Tapi aku sudah telanjur menangis bombay untuk bando kesayangan hadiah dari ibu itu.

Waktu kelas V, aku pernah kehilangan satu anting dari telingaku. Satu kelas sampe heboh mencarinya. Karena tidak ketemu, aku pulang diantar teman untuk melapor ke Ibu. Ternyata pas sore harinya di dalam kamar dan aku sedang tidur2an, aku menemukan satu anting itu di bantal. Hueehheheh….akhirnya ketemu juga, padahal sesiang tadi sudah bikin heboh sesekolah.

Oh ya, mba Ci ternyata ada jiwa bisnis dari kecil loh. Dia pernah bikin mainan dari kertas yang bisa dibolak-balik kaya ular-ularan. Terus mba Ci juga bisa membuat tempat pencil dari karton dan kertas kado. Ketika aku memakai tempat pensil buatan mba Ci, banyak teman-teman yang ingin mempunyainya. Akhirnya mereka membeli dan memesannya ke mba Ci. Tapi sebelum mereka memesannya, ada serorang teman yang tidak suka dengan tempat pensil itu. Mereka menyobek tempat pensilku dan hoaaaaaaaa…….cape deh.

Wednesday, April 4, 2007

SUNTIK, MAKAN KACANG HIJAU, KAMAR MANDI

Duluuu, jaman aku masih SD dan masih bau ompol….hehehe, banyak pengalaman lucu yang tidak akan pernah terlupakan sampai sekarang.

Pertama kali aku mendapat suntikan bareng-bareng di sekolah. Suntikan apa ya? Untuk mencegah cacar mungkin. Itu kalau tidak salah…karena sudah lama sekali dan aku sudah lupa. Aku mendapat suntikan itu di lengan tangan bersama teman-teman sekelas yang lain. Lalu karena ada satu teman yang menangis, akhirnya semua ikut menangis bersama…. huahahha………

Kami juga mendapat jatah kacang hijau secangkir seorang. Dan didekat gelas-gelas berisi kacang hijau itu ada wadah air minum dan gelas-gelas kosong. Saat istirahat paling asyik bersama teman-teman mainin air di wadah air minum itu. Terus karena waktu istirahat yang mepet, akhirnya kami suka ke kamar mandi rame-rame.